Penyedia barang

Yahoo Messenger

cs

Yahoo detect ...



Order

Yahoo detect ...



Offline/Doesn't configured yet
Periklanan

Monster Tempur Kavaleri Indonesia

Monster Tempur Kavaleri Indonesia

Monster Tempur Kavaleri Indonesia

Sebagai sebuah unit dalam tubuh militer Indonesia, unit kavaleri telah memiliki arti sejarah panjang. Bermula dari kendaraan tempur warisan Belanda, unit kaveleri pernah mengalami masa keemasan di era 1960-am tempur dalam jumlah cukup banyak seperti tank AMX-13 TNI AD dan tank PT-76 Korps Marinir.

More details

Harga murah !
Rp. 45,050.00

Rp. 53,000.00

(price reduced by 15 %)

Add to my wishlist

Loyalty programBy buying this product you can collect up to 4505 loyalty points. Your cart will total 4505 points that can be converted into a voucher of Rp. 901.00.



technorati delicious reddit facebook twitter stumbleupon yahoo digg flickr

Penulis: Haryo Adjie Nogo Seno
Ukuran: 15,5 X 23  cm
Tebal: viii + 160 hlm
Penerbit: Mata Pad Presindo
ISBN: 978-602-95337-7-4


Sejak kesuksesan Jerman menggelar Operasi blitzkrieg pada awal Perang Dunia II, pamor kendaraan tempur seperti panser dan tank meningkat tajam dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Kesuksesan serangan Nazi Jerman atas Polandia yang didesain oleh Heinz Guderian ini berhasil mengubah secara drastis cara-cara manusia dalam melakukan pertempuran. Inilah yang kemudian menjadikan Perang Dunia II, yang dimanis dan cepat, sangat berbeda dari Perang Dunia I yang cenderung statis.

Dengan daya gerak, daya tembak, dan daya kejut yang besar, unit-unit kavaleri yang terdiri dari tank dan panser terbukti mampu memberikan pukulan mematikan bagi lawan. Operasi militer menjadi lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran. Kesuksesan operasi, terutama operasi dalam sekala menengah dan besar, kini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan elemen kavaleri. Inilah mengapa kavaleri menjadi satu unit penting dalam tubuh organisasi militer, termasuk di Indonesia.

Sebagai sebuah unit dalam tubuh militer Indonesia, unit kavaleri telah memiliki arti sejarah panjang. Bermula dari kendaraan tempur warisan Belanda, unit kaveleri pernah mengalami masa keemasan di era 1960-am tempur dalam jumlah cukup banyak seperti tank AMX-13 TNI AD dan tank PT-76 Korps Marinir.

Namun, ada juga masa-masa krisis di mana unit kavaleri tidak dapat mengembangkan diri akibat embargo militer, baik material kendaraan maupun suku cadang.

Sayangnya, ketika embargo berlalu, unit ini harus menghadapi persoalan lain dalam pengembangannya: keterbatasan anggaran. Alhasil, TNI hanya bisa berpuas diri dengan melakukan penyegaran (retrofit) pada kendaraan tempur lama yang kebanyakan telah uzur, terkadang telah mencapai usia operasional lebih dari 50 tahun.

Meski demikian, perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan warna yang lebih cerah bagi unit kavaleri Indonesia. Penambahan anggaran kendaraan tempur dan pengadaan kendaraan tempur paling mutakhir gencar dilakukan oleh pemerintah. Yang lebih penting dari itu semua adalah adanya program pengembangan industri persenjataan dalam negeri. Dengan mengandalkan produk-produk lokal yang handal, cerita tentang mandeknya pengembangan akibat adanya embargo tidak akan terjadi lagi.

Buku ini adalah sebuah upaya untuk menengok ke dapur unit kavaleri dalam tubuh TNI. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini membahas kendaraan-kendaraan tempur kebanggaan Indonesia. Tentu saja, ada keprihatinan melihat uzurnya kendaraan tempur kita, namun ada juga harapan melihat tekad TNI untuk terus melengkapi peralatan tempurnya dengan yang paling mutakhir. Selamat membaca!

No customer comments for the moment.

Only registered users can post a new comment.

Cart  

(empty)

New products

No new products at this time

Specials